Pada masa Perang Dingin, persaingan Barat dan Timur begitu kental. Namun ada satu bidang yang menampakkan dominasi Barat. Yakni dalam bidang industri otomotif yang sangat maju.
Banyak pihak melihat ini sebagai bukti kegagalan. Kegagalan Blok Timur dalam melakukan sebuah inovasi. Akan tetapi sudut pandang ini terlalu sederhana. Ketergantungan Blok Timur pada Barat itu pragmatis. Ini bukan semata-mata suatu bentuk kegagalan.
Negara-negara Blok Timur memang memiliki kapasitas produksi besar. Uni Soviet contohnya pada akhir tahun 1980-an. Mereka mampu memproduksi lebih dari dua juta mobil. Serta memproduksi truk per tahunnya (RBTH, 2020).
Jumlah produksi ini hampir setara dengan Italia. Ini terjadi pada periode masa yang sama. Namun di balik angka produksi impresif itu. Terlihat ada sebuah pola yang sangat menarik. Mereka mengadopsi banyak desain teknologi dari Barat (Brilio.net, 2017).
Sebagai contohnya mobil eksekutif GAZ Volga Soviet. Desainnya sangat terinspirasi dari mobil Amerika Serikat. Mobil ikonik GAZ-21 memiliki kemiripan yang kuat. Dengan mobil Ford Mainline dari Amerika Serikat.
Begitu pula dengan mobil GAZ-24 yang meniru. Mobil ini meniru sedan mewah Chrysler (RBTH, 2022). Pola serupa terjadi pada mobil mewah ZIS-110. Mobil ini hasil rekayasa balik Packard Super Eight (Wikipedia, t.t.).
Kisah ini menunjukkan bagaimana insinyur Soviet beradaptasi. Mereka tidak hanya menjiplak mentah-mentah saja.
Mobil-mobil itu dimodifikasi agar lebih tangguh. Dengan ground clearance tinggi serta suspensi kuat. Agar cocok untuk jalanan Soviet bergelombang (RBTH, 2022).
Keterlibatan pihak Barat menjadi lebih nyata. Ini terlihat jelas dalam kasus mobil Lada. Pada era 1960-an, Uni Soviet jalin kerja sama. Dengan perusahaan otomotif FIAT dari Italia (Wikipedia, t.t.).
Kerja sama ini menghasilkan pabrik mobil AvtoVAZ. Serta menghasilkan mobil Lada yang legendaris (RBTH, 2020). Mobil Lada 2101 yang sangat populer itu. Merupakan sebuah adaptasi dari mobil FIAT 124 (Wikipedia, t.t.).
Proses modifikasi ini dianggap sangatlah penting. Karena Lada dibuat lebih tangguh dari aslinya. Untuk menghadapi kondisi jalanan Soviet yang keras (RBTH, 2020).
Di negara Blok Timur lainnya tren serupa terjadi. Di Jerman Timur, Porsche memberikan masukan terbatas. Terutama pada teknologi mesin untuk pengembangan mobil. Yaitu untuk pengembangan Trabant dan Wartburg (Tirto.id, 2024).
Sementara itu negara Cekoslovakia dengan merek koda. Mereka mengembangkan mesin belakang yang sangat mirip. Mirip dengan mobil Volkswagen Beetle yang ikonik.
Di Polandia, desain mobil FSO Polonez. Tidak dibuat langsung oleh desainer Bertone. Melainkan berasal dari tim desain perusahaan Fiat. Tim itu melibatkan desainer Walter de Silva. Serta desainer Giorgetto Giugiaro yang terkenal (Wikipedia, t.t.).
Keterlibatan Barat dalam industri otomotif Blok Timur. Ini sering dianggap sebagai suatu bukti nyata. Bahwa sistem ekonomi terpusat tidak mampu berinovasi (RBTH, 2020).
Namun narasi ini perlu ditinjau secara ulang. Sebuah inovasi tidak harus selalu mulai dari nol. Proses adaptasi dan modifikasi juga sebuah inovasi. Hal tersebut adalah bentuk keinovasian yang cerdas.
Alih-alih melihat ini sebagai suatu bentuk kegagalan. Kita bisa melihatnya sebagai sebuah pilihan strategis.
Negara-negara Blok Timur memprioritaskan industri militernya. Mereka juga memprioritaskan eksplorasi industri luar angkasa. Dengan mengadaptasi desain dan teknologi dari Barat.
Mereka bisa memenuhi kebutuhan transportasi untuk warganya. Tanpa harus menguras sumber daya untuk sektor lain.
Mobil Lada merupakan adaptasi dari mobil FIAT. Mobil ini menjadi sangat populer di pasaran. Tidak hanya laku di pasar domestik saja. Tetapi diekspor juga ke negara-negara di Barat. Ini menunjukkan bahwa kualitas produknya diterima pasar (RBTH, 2020).
Pengecualian yang sangat menarik adalah merek koda. Pabrikan mobil ini sudah eksis sejak lama. Jauh sebelum dimulainya era Perang Dingin.
Setelah Tirai Besi akhirnya runtuh di Eropa. koda dibeli oleh Volkswagen pada tahun 1991 (Wikipedia, t.t.). Kabar ini juga diliput oleh Radio Prague International (2021).